PC Lakpesdam NU Jombang
Senin - Jumat: +62 321 854131 | 09:00 - 17:00

INTERNAL CONTROL SYSTEM (ICS)…???

Akhir-akhir ini kita sering mendengar tentang ICS atau bahasa kepanjangannya Internal Control System yang sering didengungkan dalam hal pertanian organic, sehingga banyak muncul pertanyaan dikepala kita, apa sih itu ICS, kenapa harus menggunakan ICS, siapa itu ICS, untuk apa ICS, dan pentingkah ICS. Berbagai pertanyaan bermunculan karena ICS. Ya, ICS bisa dipahami dengan sistem pengontrolan atau pengendalian dari dalam atau team pengontrol dari dalam kelompok atau organisasi yang tersistematis. Istilah ICS biasanya lebih sering digunakan oleh perbankan atau perusahaan untuk menjalankan perusahaannya, karena tanggung jawab sebuah perusahaan berada sepenuhnya dibawah kendali pimpinan.
Seorang pimpinan mempunyai tanggung jawab sepenuhnya atas lembaga / perusahaan yang dia pegang sehingga secara otomatis pimpinan tersebut mempunyai tanggung jawab untuk mengendalikan segala sesuatu yang mengarah pada keadaan pimpinan untuk melimpahkan sebagian tanggung jawabnya kepada bawahannya atau membentuk sebuah team khusus yang melakukan monitoring untuk sebuah pengendalian.
Pengertian pengendalian yang dikemukakan oleh Bedford, dkk (1990:4) adalah mengarahkan seperangkat variable (mesin, manusia, peralatan) kearah tercapainya suatu tujuan. Gagasan untuk mengarahkan variable atau seperangkat variable menuju sasaran merupakan hal yang mendasari semua proses pengendalian. Dalam organisasi, manusia merupakan hal yang harus diarahkan, dituntun atau diarahkan untuk mencapai tujuan. Sedangkan menurut Bambang Hartadi (1999:2) dalam arti luas menjelaskan bahwa, Sistem pengendalian intern dapat dipandang sebagai sistem sosial (social system) yang mempunyai wawasan/ makna khusus yang berada dalam organisasi bank. Artinya bahwa pengendalian internal menjadi salah satu metode penting untuk mencapai sebuah target kesuksesan bersama.
Dalam pasar pertanian organik, ICS menjadi hal yang tidak bisa dihindari, hal ini selain sangat membantu lembaga sertifikasi juga sangat penting untuk pengendalian konsistensi petani dalam melakukan praktek pertanian organik, mulai dari penyiapan lahan media tanam, penyiapan bibit, pembibitan, penanaman, perawatan tanaman, kemudian pemanenan hingga pada proses pemasaran menjadi hal yang penting untuk dikontrol dan dikendalikan sehingga tidak mudah dikendalikan oleh pihak lain yang merugikan petani.
Poin penting dalam ICS sebenarnya adalah antara pelaku organik (organic farmer), dan penikmat organik (user)mempunyai kesefahaman yang sama dalam pengertian tentang produk tanaman organik sehingga dibutuhkan sinergitas dari berbagai pihak yang mempunyai kepedulian terhadap pertanian organik baik menggunakan middle man atau team khusus ICS. Dalam proses pertanian organik di jombang, lakpesdam tentu tidak bisa bergerak sendirian, sehingga mulai dari petani yang tergabung di sekolah lapang, petani desa poktan maupun gapoktan, dinas terkait, lembaga-lembaga yang peduli pertanian organik serta jaringan pasar organik yang bisa menghargai hasil karya dan produksi petani organik mempunyai kesefahaman yang sinergi. Disinilah peran ICS sebagai organ pengendalian terhadap perilaku organik petani yang diharapkan bisa menjadi daya kontrol penting untuk kemajuan petani dalam menuju kemandirian ekonomi dalam bidang pertanian.

Leave a Reply