PC Lakpesdam NU Jombang
Senin - Jumat: +62 321 854131 | 09:00 - 17:00

PANEN PADI NON KIMIA

Panen Padi non kimia ketiga masih membuat si petani lebih bersemangat lagi walau hasil menurun dari panen yang pertama dan kedua. Rabu, 31/3/16

. “Walau saat ini yang menerapkan pertanian tanpa bahan kimia ini baru saya dan saudara saya di lahanya , saya yakin bahwa teman-teman petani lain akan mengikuti dan melakukan pertanian tanpa bahan kimia Ujar Sukoyo, 66th. didesa Daditunggal Ploso Jombang . Rabu 13/7/16.
di awal penanaman padi tanpa bahan kimia sukoyo mengalami penurunan hasil panen akan tetapi panen ke dua hasil panennya naik 2 kali lipat dari panen pertama. Saat menggunakan bahan kimia hasil panen 1000Kg dengan luas tanah banon 100/0,14 Ha, sedangkan saat beralih ke non kimia pertama kali haya menghasilkan 300Kg lalu panen kedua menghasilkan 600Kg. dan panen ke tiga hanya menghasilkan 200Kg. “memang jauh menurun dari panen sebelum-sebelumnya karena saat perawatan tanaman padi saya sakit hingga lebih dari 1 bulan, yang membedakan dari petani lain saat petani lain mengalami tanaman padinya mengerdil milik saya tidak mengalaminya hanya saja saat berbuah banyak burung yang datang dan inilah yang membuat hasil panen saya menurun. Tapi saya tetap semangat dan optimis ” Ujar Sukoyo.
“dulu saat menggunakan bahan kimia saya total semua dengan biaya tenaga kurang lebih menghabiskan biaya Rp. 900.000,kalau sekarang biayanya bisa berkurang dan bisa memanfaatkan tumbuhan Seperti dedaunan,kotoran ternak, dll. kalau saya total dengan biaya tenaga kira-kira biayanya sekitar Rp. 497.000. dan saat penanaman padi ketiga inipun sama hanya sekitar Rp.400.00 ” Ujar Sukoyo.
Sukoyo Juga Menambahkan “harga beras yang penanaman nya tanpa bahan kimia Rp.15000 hingga Rp.25.000 per 1 kg . Nasinya pun bisa bertahan 2-3 hari”.
Setelah menanam pada tanpa bahan kimia Kali ini sukoyo dan sang istri menanam kedelai tanpa menggunakan bahan kimia juga. Minggu, 17/7/16.
Alasan sukoyo melakukan penanaman tanpa bahan kimia karna pengeluaran saat tanam lebih sedikit dari pada saat menggunakan bahan kimia, dan karena dengan mengunakan cara alami jadi hasilnya pun bisa menyehatkan untuk produsen maupun konsumen.

biji bibit kedelai di masukkan ke lubang yang di buat olehSukoyo . 17/7/16
Leave a Reply