Jombang – Sebagai langkah antisipasi bahaya bencana tanah longsor, Warga Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, Jombang berencana menanam 5.000 pohon bambu. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan yang lebih parah.
Menurut Sayid Basa, Warga Dusun Sanggar Desa Jarak, dalam beberapa bulan terakhir warga merasakan ada perubahan kapasitas air sungai. Sungai-sungai semakin dangkal dan melebar, serta airnya juga mulai menipis tidak sederas dulu.
Disamping itu, badan sungai yang ada di wilayah pegunungan Anjasmoro ini juga mengalami abrasi yang cukup signifikan. “Sekarang sungai itu tidak seperti dulu. Sungai sekarang sudah lebih lebar dan dangkal, airnya juga tidak sampai setengahnya,” ujar Sayid, Kamis (2/9).
Kondisi itu, lanjut Sayid membuat dia dan warga lainnya khawatir. Pasalnya, hampir seluruh Warga Jarak Wonosalam dan sekitarnya menggunakan mata air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti mandi, memasak, minum dan mencuci. “Lha, semua warga disini memakai mata air alami ini untuk masak, mandi, mencuci dan minum. Kalau airnya habis khan ya dari mana dapat air,” katanya.
Read more...
Tingkatkan Kualitas, Petani Jarak Dirikan Sekolah Lapang
Tuesday, 31 August 2010 10:45
administrator
Jombang – Untuk meningkatkan kapasitas dalam bidang pengetahuan pertanian dan perkebunan, petani Desa Jarak Wonosalam bersama Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam-NU) Jombang mengagas sekolah lapang.
Sayidul Basah, petani asal Desa Jarak saat membangun gubuk untuk media sekolah lapang mengatakan, sekitar 30 petani mengagas diadakannya sekolah lapang. Di sekolah lapang disediakan tenaga pendidik sebagai narasumber untuk memberikan ilmu-ilmu pertanian selaras alam kepada petani, sehingga petani Jarak bisa mengatasi setiap persoalan pertanian yang akhir-akhir ini semakin banyak.
Read more...
LEDAKAN TABUNG GAS LPG
Thursday, 26 August 2010 19:37
administrator
Pasca Ledakan, Warga Enggan Menggunakan Lpg
Jombang – Pasca ledakan tabung gas LPG ukuran 3 Kg di Dusun Banjarsari, Ds Bareng, Kecamatan Bareng minggu (22/8) lalu. Warga dusun setempat tidak berani memasak dengan menggunakan Liguified Petrolium Gas (LPG).
Karsiah (68), warga Dusun Banjarsari yang juga ibu dari Budi Cahyono suami korban ledakan LPG hari minggu (22/8) lalu mengatakan, setelah tragedi ledakan tabung LPG 3 Kg di rumah mereka, seluruh anggota keluarga mengalami trauma mendalam, selama berhari-hari mereka mengkonsumsi makanan yang dibeli dari warung karena takut menyalakan kompor dan listrik.
Read more...