Kebahagiaan dan Kebanggan yang Tidak Berlaku Bagi Pemulung
Beberapa tahun terakhir, Jombang yang juga dikenal sebagai santri berhasil mendapatkan predikat kota adipura sebagai penghargaan atas dedikasi dan komitmennya dalam penataan kota dan penanganan kebersihan. Rasa bahagia dan bangga menggelayuti masyarakat penghuni kota santri ini.
Namun, bagaimana perasaan para pemulung di Dusun Gedangkeret, Desa Banjardowo, Kec. Jombang, atas penghargaan adipura yang diterima Kota Jombang?
“Tidak banyak keuntungan dari kemenangan Adipura,” kata Sumiati, Pemulung yang biasa mengais sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Dusun Gedangkeret. Ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai pemulung sejak 2 tahun ini mengaku justru mendapatkan kesulitan baru saat dilakukan penilaian adipura.
Sumiati mengungkapkan, selain diminta membersihkan lokasi TPA tanpa imbalan, sekitar 50 orang pemulung yang tinggal di sekitar lokasi tersebut juga diberi beban taggung jawab untuk menjaga kebersihan dan kedisiplinan dalam mengumpulkan sampah. Namun, jerih payah para pemulung tidak pernah memperoleh penghargaan setimpal. Tak ada kebahagiaan yang dapat mereka rasakan saat kemenangan adipura diraih. Hingar bingar kemenangan adipura pun hanya selintas mereka dengar.
“Ya kalau adipura itu semua pemulung disuruh bersih-bersih kerja bakti, tapi waktu adipura menang ya ndak pernah dapat apa-apa, paling-paling Cuma mendengar kabar kalau menang, itu saja,” tutur dia kepada Suara Warga Jombang.
Setali tiga uang, Jadi (50), pemulung yang menggantungkan hidup dari mengais rezeki dengan memungut sampah di TPA Gedangkeret ini memiliki keluhan serupa. Bagi dia, kemenangan kota santri sebagai kota adipura tidak memberi asa baru bagi pemulung. “Saat (penilaian) adipura, kita malah tidak bisa mengambil sampah dengan bebas, yang boleh diambil hanya satu zona saja,” terang Jadi.
Sejauh ini, tak ada informasi berarti dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Jombang. Saat hendak dimintai keterangan perihal penghargaan terhadap pemulung atas kemenangan Jombang sebagai adipura., Pujianto, Kasi Kebersihan DLHK kabupaten Jombang sedang tidak ada di tempat. “Yang saya tahu jombang memenangkan adipura tahun lalu dan saya tidak tahu pemulung dikasih bingkisan atau tidak, biar nanti pak Puji saja yang menjelaskan,” kata Lintang, Kepala Bagian Kebersihan DLHK Jombang. (Er/Ms)






