Jombang – Mutanasiroh (30), warga Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Jombang diduga hilang di Malaysia. Bulan Agustus tahun 2008 lalu, Mutanasiroh pamit bekerja sebagai buruh migran di Malaysia.
Namun, sejak keberangkatannya ke Malaysia 2 tahun lalu, hingga kini pihak keluarga kehilangan kontak. “Sejak berangkat, dia (Munatasiroh) tidak ada kabar,” tutur Masyitoh (35), kakak kandung Munatasiroh.
Masyithoh mengatakan, adiknya berangka ke Malaysia atas perantara sebuah Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) cabang Kediri yang merupakan penyalur Setia Usaha konsulat Malaysia, Pekan Baru, Riau. Pertemuan antara Munatasiroh dengan PJTKI asal Kediri tersebut melalui seorang calo yang mengaku bernama Darsono, asal Desa Ngesong, Pare, Kediri.
Keluarga Munatasiroh sudah terus-menerus melakukan pelacakan keberadaan Munatasiroh. Namun, hingga kini belum ada hasil.
Kepala Desa Genukwatu, Sudirman, membenarkan perihal hilangnya salah seorang warganya yang bekerja di Malaysia. “Kami sudah lakukan berbagai upaya agar keberadaan yang bersangkutan segera diketahui,” ujarnya.
Korban Trafficking
Munatasiroh diduga sebagai korban perdagangan manusia (trafficking). Indikasinya, mekanisme pemberangkatannya yang tidak jelas. Demikian kata Pejabat Sementara Woman Crisis Center (WCC) Jombang, Mohammad Solahudin. “Melihat dari indikasinya, Mutanasiroh ini bisa dikatakan sebagai korban trafiking karena keberangkatan yang tidak jelas, PJTKI yang tidak jelas dan melalui banyak pihak yang memberangkatkan,” ujarnya, Kamis (4/2) siang.
Berdasarkan Permit yang diberikan Sudarsono kepada pihak keluarga, Mutanasiroh dinyatakan bekerja diwilayah Johor Malaysia sebagai pembantu rumah tangga. Surat permit itu ditandatangani oleh Muahammad bin Muahammad Sohot, tertanggal 21 agustus 2008.
Dari faktor usia, kata Sholahuddin, Mutanasiroh yang cukup dewasa seharusnya bisa memberikan kabar melalui cara apapun keapda keluarga. “Seharusnya Mutanasiroh ini bisa memberikan kabar, kecuali kalau dia berada dibawah tekanan yang cukup berat atau bahkan telah meningal dunia,” lanjut dia.
Sementara itu, Kepala Dinsosnakertrans Jombang, hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi. (Ms/Er)






