Warga Andalkan Penerangan dari Lampu Minyak
Jombang – Puluhan Kepala Keluarga (KK) di Dusun Tegalan, Desa Sumber Rejo, Kecamatan Wonosalam, Jombang tidak bisa menikmati listrik. Setiap malam, 32 KK yang tinggal di sekitar kawasan hutan milik perhutani tersebut terpaksa hidup tanpa penerangan lampu listrik.
Menurut Supriyadi, Ketua Rukun Tetangga 05, Desa Sumberejo, dusun Tegalan sejak lama belum tersentuh listrik. Untuk menerangi rumah saat malam hari, warga menggunakan lampu petromak untuk penerangan. Sedangkan untuk melihat televisi, warga harus mengunjungi desa lain dengan jarak sekitar 2 kilometer.
Supriyadi mengungkapkan, pihaknya sudah pernah mengajukan permintaan pemasangan listrik. “Namun, hingga hari ini belum terwujud,” ujar pria yang sudah tinggal di kampung tersebut selama dua puluh tahun.
Diakui Supriyadi, tidak adanya fasilitas listrik yang bisa dinikmati membuat anak-anak di perkampungan tersebut kesulitan belajar saat malam hari. Pengeluaran warga saat ini juga makin membengkak seiring dengan naiknya harga minyak tanah. “Naiknya harga minyak tanah juga memperparah keadaan warganya. Dalam satu minggu, rata-rata setiap rumah menghabiskan satu liter minyak tanah dengan harga Rp 8.500 perliter,” jelas dia.
Supriyadi mengatakan, seluruh penduduk Dusun Tegalan berharap agar listrik segera menyala di kampung tersebut. Seluruh warga, lanjut Supriyadi, sudah memiliki bukti administrative sebagai warga Jombang. “Dengan begitu, kami seharusnya juga bisa menikmati listrik,” ujarnya.
Yani Saputra (12), putra sulung Supriyadi berharap, listrik di kampungnya bisa segera dipasang agar dia bisa belajar dengan nyaman saat malam hari.
Suminah (55), warga setempat mengatakan, pasokan listrik di kampung tempatnya tinggal sangat dibutuhkan warga. Selain untuk membantu proses belajar anak-anak usia sekolah dimalam hari, masuknya listrik akan membantu menekan biaya yang dikeluarkan warga. “(Kami) sangat membutuhkan listrik biar lebih menghemat pengeluaran karena ekonomi juga pas-pasan,” ujarnya. (Er)






