Jombang – Menjelang musim panen 2010, petani di Jombang dihantui anjloknya harga gabah. Hal itu disebabkan sistem tata niaga padi hingga kini belum berpihak pada petani. Melihat kekhawatiran tersebut Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang melalui Lembaga Pemberdayaan & Pertanian Nahdlatul Ulama (LP2NU) menggagas antisipasi atas hal tersebut dengan mengajak berdialog Kepala Bulog sub-drive Surabaya Selatan.
Menurut Muhammad Subhan, Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LP2NU) Jombang, dengan adanya kegiatan tersebut, NU berharap akan terjadi kesepakatan yang tertuang dalam MOU antara kedua belah pihak yang saling menguntungkan.
Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor PCNU Jombang, Nahdlatul Ulama yang diwakili Syamsul Rizal mengemukakan, NU sebagai lembaga yang diikuti oleh mayoritas petani di Jombang sejauh ini belum turut mengambil peranan khususnya dalam jaringan tata niaga gabah dan beras. Sementara, pihak lain yang terlibat dalam jalur tersebut selama ini belum memberikan kepuasan yang seimbang pada para petani. “Jika memang NU tidak bisa terlibat langsung barangkali bisa melalui BUM-NU yang tujuannya tentu untuk memberdayakan petani khususnya warga Nahdliyyin” ujarnya.
Sementara, Awaludin Iqbal, Wakil Kepala Bulog Sub-Drive Surabaya Selatan menanggapi, untuk sementara pihaknya belum bisa menyepakati komitmen apapun karena belum berkoordinasi dengan pimpinannya. Namun, secara pribadi Ia menilai, draf-draf yang telah disusun tidak ada yang memberatkan. “Secara umum, Saya tidak ada masalah dengan draf-draf itu. Tapi, dalam organisasi ini kan Saya masih punya atasan jadi belum bisa menyepakati,” elak Iqbal.
Rencananya pertemuan pada Kamis (27/1) itu hanya menjadi awal pembicaraan untuk kemudian pembahasan selanjutnya masih akan terus diadakan. Sementara itu, LP2NU juga masih terus menggodok draf agar terformat lebih rinci dan yang lebih penting dapat memberikan rasa aman pada petani. (Wahhib)






