Jombang – Dukungan terhadap KPK terus mengalir hingga ke daerah. Para aktifis anti korupsi dan mahasiswa Jombang yang tergabung dalam Front Pembela CICAK (FPC) menggelar aksi solidaritas “1000 tanda tangan dukung KPK”, Senin (2/11).
Selama menggelar orasi sepanjang aksi, massa juga melakukan cap jempol darah sebagai bentuk dukungan terhadap KPK dan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. “Kami menuntut dibebaskannya Bibit Samad Riyanto & Chandra M Hamzah, 2 anggota KPK yang ditahan Kepolisian,” seru Faizuddin, koordinator aksi.
Menurut Faizuddin, penahanan pimpinan KPK non-aktif oleh Polri merupakan bentuk perlawanan Polri terhadap upaya pemberantasan korupsi. Karena itu, kata Faiz, kedua pimpinan KPK non-aktif yang kini ditahan harus segera dibebaskan. “Tuduhan-tuduhan yang diajukan pihak kepolisian dinilai mengada-ada, ini karena mereka selalu membuat tuduhan yang berubah-ubah,” ujarnya disela-sela aksi yang digelar di depan gedung DPRD Jombang.
Anggota DPRD Jombang, Iwan Setyabudi dari Hanura serta Rohmat Abidin dari PKS turut membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk solidaritas mendukung KPK. Mereka pun sepakat bila Bibit dan Chandra segera dibebaskan. “KPK adalah pilar dari benang kusut pemberantasan korupsi. Bila ada upaya sistematis untuk mengecilkan KPK, maka saya terpanggil dan Saya juga minta Pak Bibit dan Pak Chandra dibebaskan” ujar Iwan Setiabudi.
Aksi diakhiri dengan cap jempol darah oleh para demonstran. Tepat pukul 11.00 WIB, massa gabungan dari PMII, ISNU, HMI, LINK, KAMMI serta Fikrah Institute ini membubarkan diri. (Wahib)






