Lakpesdam NU Jombang

Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama Jombang

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Trauma Korban Penculikan Via Facebook; Histeris Kala Ingat Kejadian

E-mail Print PDF
Trauma mendalam masih dirasakan Latifah (16), korban penculikan oleh seseorang yang dikenalnya melalui situs jejaring facebook. Ia cenderung mengurung diri dan enggan bertemu siapapun.

Di mata teman-temannya, Rohmatul Latifah Asyari (16), adalah gadis yang ramah dan periang. Di mata keluarganya, siswi SMA Negeri Jogoroto, Jombang ini juga dinilai sebagai anak yang santun dan berbakti pada orang tua.

Namun, keceriaan Latifah kini tak kelihatan. Kini, gadis asal Desa Mojoduwur Kecamatan Mojowarno itu lebih suka mengurung diri di dalam kamar dan susah diajak komunikasi. Trauma atas kejadian yang menimpanya dua minggu lalu membuat Rohmatul Latifah menjadi anak pendiam. “Sekarang Latifah lebih banyak mengurung diri dalam kamar,” tutur, Syafii Asy’ari, ayah Latifah.

Selain lebih suka menyendiri dalam kamar, Latifah juga enggan bertemu dengan saudara, tetangga maupun teman-temannya. Menurut Syafii Asyari, sejak kejadian penculikan yang menimpa putrinya, Latifah seolah enggan bertemu dengan laki-laki. “Teman-temannya pernah datang, tapi Latifah tidak mau menemui. Sepertinya dia trauma ketemu laki-laki,” katanya.

Ibunda Latifah, Siti Rahayu menuturkan, pihak keluarga sebenarnya sudah berusaha menghibur Latifah agar melupakan kejadian yang menimpanya. Kedua orang tua Latifah berharap, Latifah dapat segera meneruskan sekolah yang telah ditingalkan selama dibawa seorang pria yang telah beristri. Namun, saat diajak komunikasi, Latifah selalu menutup diri.

Kondisi ini membuat Siti Rahayu bersedih. Tingkat emosi putrinya kerap tidak stabil. Apalagi, jika teringat akan kejadian yang menimpanya, Latifah tidak jarang berteriak histeris. “Terus terang kami sedih. Setelah kembali ke rumah, Latifah jadi sering ling-lung,” kata Siti.

Dia berharap kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi yang kini dialami putrinya. “Kami mau memeriksakan Latifah ke rumah sakit, tetapi belum punya biaya,” ujar Siti.

Di lain pihak, Any Asmara (41), pelaku penculikan gadis dibawah umur, mengaku membawa Rohmatul Latifah karena rasa saling suka. Pernikahan siri yang dilakukan adalah karena kedua belah pihak saling mencintai. Namun, pernyataan Any Asmara (41) bertentangan dengan kenyataan yang terjadi. Selama dalam masa hilangnya Latifah dari rumah, pelaku selalu mengesankan agar keberadaan putri pasangan Syafi’I Asy’ari – Siti Rahayu sulit dilacak.

Menurut Muhammad Solahudin, Direktur Women Crisis Center (WCC) Jombang, Any Asmara secara nyata melarikan anak dibawah umur. Perbuatan tersebut merupakan bentuk pelanggaraan terhadap pasal 332 KUHP. “Itu hanya jeratan awal. Sebab, kalau nanti buktinya cukup, maka dia (Any Asmara) bisa dijerat dengan UU Perlindungan Perempuan dan Anak,” ujarnya. (Muhammad Syafi’i/Suara Warga)

Last Updated on Thursday, 29 October 2009 11:37  

Live Streaming

This text will be replaced

Activities Slider

Dialog Pelajar: Setelah Lulus Mau Ngapain

Dialog Pelajar: Setelah Lulus Mau Ngapain Dialog Pelajar: Setelah Lulus Mau Ngapain

Dialog Warga: Mewujudkan Pendidikan Tanpa Pungli

Dialog Warga: Mewujudkan Pendidikan Tanpa Pungli Dialog Warga: Mewujudkan Pendidikan Tanpa Pungli

Dialog Warga: Partisipasi Warga Dalam Kebijakan Publik

Dialog Warga: Partisipasi Warga Dalam Kebijakan Publik Dialog Warga: Partisipasi Warga Dalam Kebijakan Publik

FGD Pertemuan Kelompok Tukang Becak (Pabejo)

FGD Pertemuan Kelompok Tukang Becak (Pabejo) FGD Pertemuan Kelompok Tukang Becak (Pabejo)

Halal Bil Halal Komunitas Tukang Becak (Pabejo)

Halal Bil Halal Komunitas Tukang Becak (Pabejo) Halal Bil Halal Komunitas Tukang Becak (Pabejo)

Juara Cerdas Cermat: Belajar Bersama Alam Antar SMA

Juara Cerdas Cermat: Belajar Bersama Alam Antar SMA Juara Cerdas Cermat: Belajar Bersama Alam Antar SMA

Mading Sosialisasi HIV&AIDS di Sekolah Dampingan

Mading Sosialisasi HIV&AIDS di Sekolah Dampingan Mading Sosialisasi HIV&AIDS di Sekolah Dampingan

Pelatihan Penggerak Kader NU Jombang

Pelatihan Penggerak Kader NU Jombang Pelatihan Penggerak Kader NU Jombang

Pendampingan: Komunitas Pemulung Podho Kroso Gedang Keret Jombang

Pendampingan: Komunitas Pemulung Podho Kroso Gedang Keret Jombang Pendampingan: Komunitas Pemulung Podho Kroso Gedang Keret Jombang

Praktek Pembuatan Pestisida Organik Di Sambigelar

Praktek Pembuatan Pestisida Organik Di Sambigelar Praktek Pembuatan Pestisida Organik Di Sambigelar

Praktek Pembuatan Pupuk Organik Bersama Kelompok Tani

Praktek Pembuatan Pupuk Organik Bersama Kelompok Tani Praktek Pembuatan Pupuk Organik Bersama Kelompok Tani

Praktek Pembuatan Pupuk Organik

Praktek Pembuatan Pupuk Organik Praktek Pembuatan Pupuk Organik

Shooting Film Dalam Pembuatan Pupuk Organik

Sosialisasi HIV&AIDS Dan Kesehatan Reproduksi

Sosialisasi HIV&AIDS Dan Kesehatan Reproduksi Sosialisasi HIV&AIDS Dan Kesehatan Reproduksi

Tasyakuran Panen Raya Organik

Tasyakuran Panen Raya Organik Tasyakuran Panen Raya Organik

Training Design Program HIV-Aids Bersama Spiritia

Training Design Program HIV-Aids Bersama Spiritia Training Design Program HIV-Aids Bersama Spiritia

Workshop Evaluasi Lakpesdam NU Jombang Bersama Komunitas

Workshop Evaluasi Lakpesdam NU Jombang Bersama Komunitas Workshop Evaluasi Lakpesdam NU Jombang Bersama Komunitas

Workshop Peduli HIV-Aids Untuk Sinergitas Antar Stakeholder

Workshop Peduli HIV-Aids Untuk Sinergitas Antar Stakeholder Workshop Peduli HIV-Aids Untuk Sinergitas Antar Stakeholder

e-Kobar



Free Kobar






listen with Window Media Player   listen with Winamp   listen with iTunes   listen with RealPlayer

G-Translate