Lakpesdam NU Jombang

Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama Jombang

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Dialog Calon Ketua PBNU; Saatnya Berdayakan Ekonomi Warga NU

E-mail Print PDF
Jombang – Pemberdayaan ekonomi warga merupakan bagian dari khittah Nahdlatul Ulama. Khittah NU yang didengungkan menjelang pelaksanaan Muktamar NU ke-23 pada Januari 2010, harus diarahkan pada semangat organisasi NU untuk kembali merawat umat.

Demikian dikatakan KH. Masdar Farid Mas’udi, ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pria yang disebut-sebut sebagai calon ketua umum PBNU ini mengatakan, konteks Nahdlatul Ulama kembali ke khittah dalam muktamar 2010 adalah mengembalikan gerakan NU untuk kembali merawat umat.

Selain itu, salah satu peran penting yang harus dijalankan oleh NU sebagai organisasi kemasyarakatan adalah memberdayakan ekonomi warga nahdliyin. “Pemberdayaan ekonomi warga nahdliyin juga merupakan bagian dari khittah,” kata Masdar dalam diskusi bertajuk ‘Merajut Kebersamaan Dalam Memurnikan Nilai-nilai Khittah NU 1926’ yang digelar oleh PCNU Jombang di aula yayasan Bahrul Ulum, Ponpes Tambak Beras, Jombang, Minggu (25/10).

Masdar Farid menjelaskan, wacana tentang kembali ke khittah sebenarnya pernah muncul pada pelaksanaan muktamar NU ke 27 di Asembagus, Situbondo pada 1984. Namun, substansi khittah pada 1984 akan berbeda dengan khittah dalam muktamar di Makassar Januari 2010 mendatang.

Kandidat ketua umum PBNU lainnya, KH. Slamet Effendi Yusuf mengatakan, sebagai organisasi massa, Nahdlatul Ulama harus kembali pada khittahnya. Khittah yang dimaksud olehnya adalah melepaskan diri dari kepentingan politik praktis dan kembali sebagai organisasi sosial keagamaan. “NU harus menarik diri dari kepentingan politik praktis, agar NU tidak lagi hidup diruang kosong,” tandas mantan Ketua Umum GP Ansor ini dihadapan para pengurus PCNU se-Jawa Timur.

Sementara itu, pengasuh PP Tebuireng Jombang, KH Sholahuddin Wahid, mengungkapkan pentingnya Nahdlatul Ulama membenahi kinerja dan meningkatkan efektifitas kerja organisasi. Menurutnya, problem yang dihadapi NU pada saat ini adalah amburadulnya keorganisasian internal. “Dari beberapa Banom, hanya muslimat yang selalu eksis. Sedangkan yang lain berjalan asal-asalan,” ujar Gus Sholah.

Tentang mekanisme pemilihan pimpinan PBNU, mantan wakil ketua Komnas HAM ini mengusulkan agar diterapkan model pemilihan yang berbeda. “Rais Aam dan wakil dipilih oleh muktamirin, sedangkan ketua umum (PBNU) dipilih oleh kepengurusan lengkah Syuriah,” katanya.

Menurut Gus Sholah, mekanisme pemilihan ini penting untuk dilakukan demi menjaga kewenangan Syuriah dan Tanfidziyah agar tidak tumpang tindih.

Dialog bertajuk ‘Merajut Kebersamaan Dalam Memurnikan Nilai-nilai Khittah NU 1926’ diselenggarakan oleh PCNU Jombang bekerjasama dengan beberapa PCNU di Jawa Timur. Acara tersebut dimaksudkan sebagai media bagi calon ketua umum PBNU untuk bertemu dengan warga NU serta menyampaikan gagasan kepemimpinannya.

Tiga calon ketua PBNU yang hadir adalah Masdar Farid Mas’udi, Slamet Effendi Yusuf serta Sholahuddin Wahid. Satu calon lainnya, yakni Said Agil Siradj tak bisa memenuhi undangan panitia. Sedangkan, satu nama lainnya, yakni Ulil Absar Abdallah sengaja tidak diundang oleh panitia. (Wahib/Ms)

 

Live Streaming

This text will be replaced

Activities Slider

Dialog Pelajar: Setelah Lulus Mau Ngapain

Dialog Pelajar: Setelah Lulus Mau Ngapain Dialog Pelajar: Setelah Lulus Mau Ngapain

Dialog Warga: Mewujudkan Pendidikan Tanpa Pungli

Dialog Warga: Mewujudkan Pendidikan Tanpa Pungli Dialog Warga: Mewujudkan Pendidikan Tanpa Pungli

Dialog Warga: Partisipasi Warga Dalam Kebijakan Publik

Dialog Warga: Partisipasi Warga Dalam Kebijakan Publik Dialog Warga: Partisipasi Warga Dalam Kebijakan Publik

FGD Pertemuan Kelompok Tukang Becak (Pabejo)

FGD Pertemuan Kelompok Tukang Becak (Pabejo) FGD Pertemuan Kelompok Tukang Becak (Pabejo)

Halal Bil Halal Komunitas Tukang Becak (Pabejo)

Halal Bil Halal Komunitas Tukang Becak (Pabejo) Halal Bil Halal Komunitas Tukang Becak (Pabejo)

Juara Cerdas Cermat: Belajar Bersama Alam Antar SMA

Juara Cerdas Cermat: Belajar Bersama Alam Antar SMA Juara Cerdas Cermat: Belajar Bersama Alam Antar SMA

Mading Sosialisasi HIV&AIDS di Sekolah Dampingan

Mading Sosialisasi HIV&AIDS di Sekolah Dampingan Mading Sosialisasi HIV&AIDS di Sekolah Dampingan

Pelatihan Penggerak Kader NU Jombang

Pelatihan Penggerak Kader NU Jombang Pelatihan Penggerak Kader NU Jombang

Pendampingan: Komunitas Pemulung Podho Kroso Gedang Keret Jombang

Pendampingan: Komunitas Pemulung Podho Kroso Gedang Keret Jombang Pendampingan: Komunitas Pemulung Podho Kroso Gedang Keret Jombang

Praktek Pembuatan Pestisida Organik Di Sambigelar

Praktek Pembuatan Pestisida Organik Di Sambigelar Praktek Pembuatan Pestisida Organik Di Sambigelar

Praktek Pembuatan Pupuk Organik Bersama Kelompok Tani

Praktek Pembuatan Pupuk Organik Bersama Kelompok Tani Praktek Pembuatan Pupuk Organik Bersama Kelompok Tani

Praktek Pembuatan Pupuk Organik

Praktek Pembuatan Pupuk Organik Praktek Pembuatan Pupuk Organik

Shooting Film Dalam Pembuatan Pupuk Organik

Sosialisasi HIV&AIDS Dan Kesehatan Reproduksi

Sosialisasi HIV&AIDS Dan Kesehatan Reproduksi Sosialisasi HIV&AIDS Dan Kesehatan Reproduksi

Tasyakuran Panen Raya Organik

Tasyakuran Panen Raya Organik Tasyakuran Panen Raya Organik

Training Design Program HIV-Aids Bersama Spiritia

Training Design Program HIV-Aids Bersama Spiritia Training Design Program HIV-Aids Bersama Spiritia

Workshop Evaluasi Lakpesdam NU Jombang Bersama Komunitas

Workshop Evaluasi Lakpesdam NU Jombang Bersama Komunitas Workshop Evaluasi Lakpesdam NU Jombang Bersama Komunitas

Workshop Peduli HIV-Aids Untuk Sinergitas Antar Stakeholder

Workshop Peduli HIV-Aids Untuk Sinergitas Antar Stakeholder Workshop Peduli HIV-Aids Untuk Sinergitas Antar Stakeholder

e-Kobar



Free Kobar






listen with Window Media Player   listen with Winamp   listen with iTunes   listen with RealPlayer

G-Translate