Kelompok Agama
Dilatarbelakangi bahwa masyarakat Jombang terdiri dari berbagai pemeluk agama yang dapat mempengaruhi arah perubahan sosial. Kondisi demografis secara khusus di Jombang dikenal sebagai kota pesantren. Maka Lakpesdam Jombang mengembangkan program “Islam dan Humanisme” program ini dikemas dalam berbagai model diantaranya diskusi berkala, seminar dan pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan aktivis pesantren dan aktivis muda Islam Jombang.
Petani
Yaitu petani yang memiliki lahan sempit dan petani penggarap serta petani berkasus lahan/ tanah maupun berdasarkan wilayah desa. Program yang dilakukan “Penguatan Demokratisasi Komunitas” dengan menggunakan pendekatan diskusi komunitas desa maupun dengan menggunakan media komunitas seperti Kobar, News letter, Radio komunitas dan media lokal yang ada. Program ini berada di 18 desa dan 18 kecamatan kabupaten Jombang.
Birokrasi Pemerintahan
“Penguatan Kapasitas Daerah” Lakpesdam memberi istilah dengan sasaran terkait langsung dengan kebijakan pemerintahan (DPRD, Birokrasi Pemda, Dinas Peternakan, Pertanian, Kebersihan, Kesbanglinmas pada program ini Lakpesdam memperkuat isu isu Local Clean Goverment dan Local Good Governance serta Anti Korupsi.
Komunitas Miskin Kota
Lakpesdam Jombang bekerjasama dengan Kelompok Pemulung, Abang Becak, Pedagang Kecil dengan aktivitas program Pendampingan, Pelatihan dan Pengorganisasian Kelompok. Pada program ini ada dua target Pertama Melakukan advokasi atas konflik-konflik struktural yang terkait dengan hambatan terhadap pengakuan, jaminan hak dan akses yang setara kelompok sasaran, Kedua Penguatan akses ekonomi dan Peningkatan pendapatan kelompok sasaran, dalam program ini Lakpesdam bekerja dengan CWS Indonesia melalui Penguatan Komunitas Miskin Kota.
Organisasi Civil Society dan Institusi Media Lokal
Penguatan Kelompok Civil society dilakukan dalam rangka memperkuat akses, kontrol maupun pertisipasi kebijakan publik yang terkait langsung dengan kelompok-kelompok sektoral maupun isu. Program Penguatan Civil Society dan institusi media lokal telah mengahasilkan capaian program terbentuknya JRK-DEM (Jaringan Radio Komunitas untuk Demokrasi), P2K (Perkumpulan Perempuan Kreatif), 8 Organisasi LAPZIS (Lembaga Zakat Produktif), 5 Kelompok Tukang Becak, Kelompok Pemulung dll.






